STRATEGI POLITIK TEUKU UMAR DALAM MEMIMPIN PERLAWANAN ACEH TERHADAP KOLONIALISME BELANDA (1893–1899)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi politik Teuku Umar dalam memimpin perlawanan Aceh terhadap kolonialisme Belanda pada periode 1893–1899. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan studi kepustakaan. Tahapan penelitian meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa laporan kolonial, arsip, dokumen, dan sumber sekunder berupa buku serta artikel ilmiah mengenai Perang Aceh dan Teuku Umar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi politik Teuku Umar berkembang secara adaptif mengikuti perubahan hubungan kekuasaan. Pada 1893–1896, hubungan dengan pemerintah kolonial menempatkan Teuku Umar dalam ruang politik dan struktur militer yang memberinya akses terhadap sumber daya tertentu. Pada 1896, perubahan posisi politik ditandai dengan keluarnya Teuku Umar dari pihak Belanda dan kembalinya ia ke dalam perlawanan Aceh. Setelah itu, strategi perjuangan berkembang melalui konsolidasi kekuatan, hubungan dengan pemimpin lokal, mobilisasi dukungan masyarakat, serta adaptasi terhadap operasi militer dan kebijakan politik Belanda sampai 1899. Strategi tersebut berkontribusi terhadap penguatan organisasi, sumber daya, dan keberlangsungan jaringan perlawanan, tetapi tidak dapat dinyatakan sebagai satu-satunya penyebab bertahannya Perang Aceh atau sebagai keberhasilan mutlak mengalahkan Belanda.



