DAMPAK KOLONIAL BELANDA TERHADAP MASYARAKATDI RESIDENTIE PALEMBANG (1900–1942)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak kolonial Belanda terhadap masyarakat di Residentie Palembang pada tahun 1900–1942. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan studi pustaka dan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta historiografi. Sumber penelitian berupa buku, jurnal, skripsi, dan dokumen sejarah yang relevan dengan kajian kolonialisme dan sejarah masyarakat Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolonialisme Belanda membawa perubahan yang luas dan kompleks terhadap kehidupan masyarakat. Dalam bidang politik dan administrasi, pemerintah kolonial membangun birokrasi yang lebih terpusat melalui pembagian wilayah seperti afdeling, onderafdeling, distrik, dan marga. Dalam bidang ekonomi terjadi transformasi dari ekonomi subsisten menuju ekonomi komersial yang berorientasi pada pasar internasional melalui perkembangan perkebunan karet, perdagangan, dan industri minyak bumi. Perubahan tersebut sekaligus menimbulkan ketergantungan dan ketimpangan karena pengelolaan modal dan sumber daya lebih banyak berada dalam kendali kolonial. Dalam bidang sosial terbentuk stratifikasi berdasarkan golongan Eropa, Timur Asing, dan Pribumi. Pendidikan kolonial memperkenalkan sekolah modern dan melahirkan kelompok pribumi terdidik, tetapi aksesnya tetap terbatas dan diskriminatif. Dalam bidang kebudayaan terjadi akulturasi antara unsur lokal dan kolonial, sementara masyarakat tetap mempertahankan adat dan nilai keislaman. Dengan demikian, kolonialisme di Residentie Palembang merupakan proses transformasi yang menghasilkan modernisasi sekaligus ketimpangan, sedangkan masyarakat lokal menunjukkan kemampuan adaptasi dan mempertahankan identitasnya.



